Jakarta Is Calling Me Again

Diatas jembatan penyeberangan Jl. Dr. Satrio

Seperti judul diatas, Jakarta memanggilku kembali. Ini adalah kali kedua saya bermukim di Jakarta, Ibu Kota negara kita tercinta Indonesia. Awal kali pertama saya ke kota ini adalah tahun 2014, itu hanya untuk mengikuti race lari saja. Selanjutnya saya juga pernah kesini untuk mengikuti wawancara pekerjaan selama 3 hari, pada tahun 2015. Awal tahun 2016, saya kembali kesini untuk bermukim sebentar karena mengikuti training kerja selama satu bulan dan saya tidak betah. Sekarang, hampir mendekati akhir tahun 2016 Jakarta memanggilku kembali untuk bermukim disini lagi. 

Saya sebut untuk ini adalah kali kedua karena saya akan bermukim sedikit lebih lama dibanding dengan tahun 2015 lalu. Awal 2016 sudah lumayan lama, jadi saya sebut itu adalah kali pertama Jakarta memanggilku untuk mendiaminya. Sebenarnya pada saat pertama kali saya disini kemarin saya sudah bisa mulai beradaptasi dengan lingkungan sini. Awal-awal sampai pertengahan bulan saya memang bilang kalau saya tidak betah disini. Mungkin karena pertama kali saya melakukan 'perubahan' secara besar-besaran dibanding dengan kota asal saya Semarang. Pada waktu kemarin saya merasakan makin lama saya mulai betah untuk hidup di Jakarta. Alasan saya memutuskan untuk kembali ke kampung saya karena ada faktor lain, bukan karena faktor lingkungan sini dan saya tidak akan menceritakan alasan itu, hehehe.

Pada saat kembali ke Semarang saya merasakan rindu yang teramat dalam kepada Ibu Kota ini. Seperti semuanya telah berlalu dan merasa disana tidak ada apa-apanya dibanding dengan Jakarta. Tidak hanya satu dua saja yang berbeda, namun ada banyak perbedaan yang saya rasakan dan tidak saya dapatkan seperti di Kota Jakarta ini. Saya selalu berharap suatu saat saya akan kembali ke Kota ini, dan jawaban atas doa saya terkabul di akhir tahun ini. Berikut akan saya ceritaan beberapa hal yang membuat saya betah dan merindukan Kota Jakarta.

1. Banyak gedung tinggi dan bangunan yang menakjubkan.

Saya sangat senang melihat gedung-gedung tinggi nan menakjubkan. Disini adalah gudangnya gedung pencakar langit. Saat saya sedang suntuk saya selalu jalan-jalan dan melihat gedung pencakar langit, hal ini bisa membuat mood saya kembali bagus. Saya tidak tahu mengapa saya suka sekali melihat ini. Saya juga selalu takjub dengan bangunan yang beraksitektur megah dan menakjubkan. Seperti ada sensasi yang menyenangkan kalau saya melihat hal itu semua. Di Semarang sendiri sekarang sudah mulai banyak ada gedung-gedung berpencakar langit, namun saya rasa itu kurang banyak kalau dibanding dengan Jakarta. Dan di Jakarta kita bisa memilih banyak gedung yang akan saya pandangi ketika saya suntuk, hal ini sangat tidak membosankan.

2. Akses Mudah.

Kalo soal kemudahan akses alat transportasi, Jakarta lah juaranya. Saya disini adalah seorang walker jadi soal kemudahan alat transportasi juga sangat penting untuk diperhitungkan ketika akan bermukim di suatu daerah. Disini semuanya lengkap mulai dari ojek, angkot, bus kota, kereta bahkan kalau perlu pesawat pun juga lengkap tujuannya. Saya akan menceritakan transportasi sehari-hari saja. Mulai dari ojek yang sekarang sangat mudah sekali  dengan berbagai aplikasi penyedia jasa ojek online dan berbagai tarif dan promo yang menarik. Kalau Kota Semarang untuk soal ojek online masih lumayan mahal dan jarang sekali ada promo, pilihannya pun juga tidak sebanyak disni. Angkutan kota atau angkot juga sangat mudah ditemui disini. Kalau kita bingung dan tidak bisa menghafal akan kemana saja tujuan angkot dan bus kita, kita bisa lihat saja melalui web ini. Kalau Semarang sudah lumayan lengkap sih, cuma belum menyeluruh sampai ke pelosok, beda dengan disini. Terus ada busway atau bus Trans Jakarta, ini merupakan salah satu alternatif jika kita mau bepergian kemana-mana di Jakarta. Kita cukup membayar Rp. 3.500 lalu kita bisa mengeksplore kota Jakarta. Saya suka angkutan ini karena hampir semua rute di Jakarta dilalui oleh busway. Semarang sudah ada Bus Rapid Transit atau Buswaynya Semarang, cuma melewati jalan-jalan utama doang Kalau kita mau pergi agak jauhan dikit dengan cepat disini ada kereta atau Commuter Line loh. Kereta ini melewati hampir semua wilayah JABODETABEK, jadi tidak perlu bingun kalau kita mau pergi disekitar Jakarta. Di Semarang baru ada jurusan Semarang-Solo saja itu pun tidak sesering disini, sehari cuma beberapa kali saja.

3. Trotoar dimana-mana.

Ini nih yang saya demen dari Jakarta. Karena saya kesini adalah perantau dan daya tidak membawa kendaraan pribadi kesini, jadi saya sering banget jalan kaki. Saya merasa aman disini karena ada banyak trotoar dan lebar-lebar. Saya tidak perlu cemas untuk berebutan jalan dengan kendaraan bermotor lainnya, jadi keselamatan saya lebih terjamin.

4. Semuanya ada.

Kalau bicara tentang apa saja yang ada dan tidak ada disini ya kota saya kalah jauh. Disini semuanya ada dan banyak pilihan. Contohnya, Mall dimana-mana mulai dari kelas biasa sampai yang high ada. Fasilitas umum banyak dan terjaga dengan baik. Bioskop ada banyak sekali pilihan, sehingga kalau saya mau nonton tinggal pilih beragam film yang akan saya tonton dan harga yang sesuai. Dan masih banyak lagi berbagai macam pilihan.

5. Berbagai macam orang dan budaya.

Disini kita tidak akan pernah bosan untuk ketemu dengan orang. Ada berbagai macam orang, etnis, budaya, suku, agama dan kelas sosial yang berbeda. Bahkan kalau kita bosan melihat orang lokal, disni akan kita lihat berbagai macam Bule berseliweran. Kalau kita bisa berbaur dengan mereka semua itu akan membuka wawasan dan membuat otak kita untuk lebih bisa terbuka.

6. Gaya hidup.

Orang-orang pasti akan membayangkan bahwa gaya hidup di Kota ini sangat mahal, memang saya akui mahal tetapi semua tergantung dari orangnya saja. Kita sebenarnya bisa hidup murah kok disini. Kalau kita mau berhemat dikit atau mau sedikit 'prihatin' pasti bakal terasa murah lho. Disini masih banyak ada orang yang menjual makanan murah, seperti halnya di Semarang. Asal kita tidak terpengaruh saman gaya hidup teman-temanmu yang selalu nongkrong di kafe-kafe kita bisa kok berhemat disini. Atau kalau kita mau sedikit aja berjalan kaki atau naik angkutan umum untuk menuju ke suatu tempat pasti itu akan mengurangi sedikit pengeluaran kita.

Kira-kira begitulah hal-hal yang membuat saya tidak jera untuk kembali hidup di Jakarta. Semuanya itu tergantung kita, disini ada banyak sekali pilihan untuk hidup hemat dan nyaman tergantung bagaiman cara kita memilihnya. Tapi ada juga hal yang membuat saya rindu Semarang, yaitu KAMU iya, kamu.


Be Good, Be Cool and Be Better.

Comments

Popular Posts