Bersyukur

Saya baru saja sadar semua ini setelah saya merenung. Terkadang di dalam renungan itu terbersit 'sesuatu'  yang tidak kita bayangkan sebelumnya. Kira-kira tiga tahun lalu saya bekerja di sebuah perusahaan ritel yang mungkin terbesar di Indonesia. Saya bekerja sebagai bagian administrasi yang berada 'di balik layar' orang-orang toko. Kala itu saya membayangkan enak juga ya jadi anak toko, kerja tinggal jualan tidak perlu memikirkan data atau apa2. Tidak seperti saya yang njelimet membuat data, belum lagi kalau ada data yang salah siap-siap dimarahin bos besar belum lagi kalau ada deadline laporan yang harus dikumpulkan bisa sampe pulang telat nih tanpa digaji. Saya merasa sangat bosan, karena tiap hari hanya melihat orang-orang itu saja di dalam kantor dan hanya melihat angka-angka yang berbaris di layar komputer yang siap meloncat untuk mengerubuti mataku. Beda sekali dengan anak toko yang tiap hari bisa melihat berbagai macam orang yang berbeda, bisa bertingkah sesuka hati di dalam toko situ dan bisa mengekspresikan apa saja tanpa malu-malu sama orang ketika toko sepi. Intinya saya sangat iri dengan mereka anak toko dan saya terlalu jenuh disini.

Setelah masa kontrak saya habis, saya memutuskan untuk resign tidak melanjutkan kontrak kerja selanjutnya. Kurang lebih dua bulan saya mencari kerja dan akhirnya berbuah manis juga. Saya mendapatkan pekerjaan sebagai Sales Promotion Man yaitu sejenis SPG tetapi cowok. Saya berjualan produk dan menjaga stand di dalam sebuah modern market, meski produk yang dijual tidak jauh berbeda dengan apa yang Ada dalam perusahaan saya dulu. Setelah beberapa bulan saya baru sadar 'akhirnya saya jadi anak toko juga'. Saya sangat senang dan menikmati hidup sebagai karyawan waktu itu. Sampai akhirnya Ada yang mulai mengganggu kebahagiaan saya menjadi sebagai anak toko. Saya juga sudah tidak kuat dengan target-target yang diberikan terlalu besar. Pada waktu itu saya selalu membayangkan sepertinya pekerjaan paling enak adalah jadi anak bank. Sudah kerjanya adem, tinggal senyum, bayaran lumayan terkesan sangat santai sekali.

Karena beberapa faktor diatas, saya akhirnya lepas juga status saya sebagai anak toko. Saya keterima kerja di bank. Meski bank saya bukan bank besar, alias second grade tapi saya cukup bangga akhirnya saya bisa jadi anak bank. Saya bekerja sebagai Teller bank. Bank saya tidak terlalu ramai seperti bank-bank pada umumnya. Lama-lama saya bosan juga kerja disini. Saya berpikir saya tidak ada pengembangan diri disini, tidak ada sesuatu yang membuat 'Grénk'  untuk bekerja. Saya merasa terjebak di dalam zona nyaman, dan saya bukan orang yang menyukai itu. Hati saya terbersit untuk 'ternyata enakan jadi SPM ya, meski dikejar-kejar target yang penting tidak jenuh karena bertemu dengan banyak orang baru dengan berbagai macam karakter'. Akhirnya saya pun goyah. Saya keluar lagi dari bank.

Saya adalah orang yang sangat menyukai bertemu dengan orang baru, pengalaman baru dan sesuatu yang berbeda. Saya juga sharing mengenai apa saja asal itu positif dan bermanfaat. Saya juga bukan orang yang suka berada di zona nyaman, karena saya suka dengan hal-hal yang baru dan menantang. Saya pernah berkali-kali melamar pekerjaan sebagai sales mau yang SPM atau eksekutif, tetapi belum beruntung. Akhirnya semua penantian itu terjawab juga saya diterima bekerja di salah satu perusahaan pendatang baru di dunia food ingredients sebagai sales dan marketing. Saat ini saya sedang training di perusahaan ini. Gambaran awal Di perusahaan ini kerjanya sangat berat karena kita dituntut untuk bekerja seperti manajer. Dan Tuhan telah menjawab keinginan ku untuk tidak terjebak dalam zona nyaman.

Saya sadar bahwa Tuhan memang baik. Dia mengabulkan semua keinginan saya yang terbersit di dalam hati yang dalam. Semua yang terjadi dalam perjalanan pekerjaan saya selama ini adalah saya harus bersyukur. Dengan bersyukur apa saja yang kita terima disaat ini meski itu bukan hal yang menyenangkan, pasti akan bahagia. Selama kita masih bisa berkarya, lakukan apapun dengan ikhlas, konsisten dan bersyukur pasti semua itu akan berkah dan berakhir dengan bahagia. Karena Tuhan itu maha Tahu dan Maha adil. Tidak ada hasil yang menghianati usaha. Tuhan lah yang sudah mengatur kita untuk menjadi seperti apa kita saat ini dan masa depan kita. Semua itu kita harus bersyukur!!

Comments

Popular Posts